(03/September/2014)Pergerakan IHSG dibanyangi Aksi Profit Taking
Mayoritas Indeks global ditutup bervariasi pada perdagangan kemarin malam. Dow ditutup melemah tipis ke level 17.067 (-0,18%) sedangkan indeks Zona Euro rata – rata menguat di bawah 0,25%. Sementara itu, harga minyak dunia menguat tipis ke level US$ 91,1 per barrel (+0,24%) dan harga emas dunia stagnan pada level US$ 1.265 per troyounce.Bervariasinya pergerakan Indeks global dipicu oleh penurunan prospek permintaan minyak dari China dan Eropa. Selain itu, issue mengenai berlimpahnya persediaan minyak telah mendorong pelemahan harga minyak dunia ke level terendahnya sejak 5M13. Hal ini juga menjadi katalis negatif saham berbasis energy di US mengalami penurunan sebesar 1,3% ditengah meningkatnya aktivitas produksi dan pengeluaran kontruksi US.
Dari pasar domestik, IHSG kembali melanjutkan penguatan kembali ke level psikologisnya di 5.201 (+0,46%). Membaiknya indikator perekonomian Indonesia terutama data neraca perdagangan serta relatif stabilnya nilai inflasi masih menjadi katalis pendorong lanjutan penguatan bursa domestik. Meskipun demikian, kami merekomendasikan kepada para pelaku pasar untuk secara bijak merealisasikan keuntungan yang diperoleh mengingat tingkat fluktuasi yang masih tinggi pada perekonomian domestik. Hal ini terindikasi dari tren pelemahan yang masih terjadi pada nilai tukar Rp.
Kami memprediksikan IHSG pada hari ini masih memiliki peluang untuk menguat terbatas dalam rentang 5.170 – 5.225. Saham pilihan kami adalah BMRI, UNTR, INCO, ICBP, BWPT dan SSIA.
Analyst: Thendra Crisnanda (thendra@bnisecurities.co.id ; http://bnisecurities.co.id/ )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar